JTP - Jakarta – Penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah orangtua siswa mengaku mulai merasakan harga beberapa kebutuhan pokok lebih terjangkau dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.Menurut pengakuan sejumlah warga, harga komoditas seperti telur, sayuran, dan beberapa bahan pangan lainnya di pasar tradisional terlihat lebih stabil. Kondisi tersebut dinilai membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah tekanan biaya hidup yang masih dirasakan sebagian kalangan.
"Sekarang harga telur dan beberapa sayuran sudah tidak setinggi sebelumnya. Belanja kebutuhan sehari-hari terasa sedikit lebih ringan," ujar seorang orangtua siswa saat ditemui di pasar tradisional.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada data resmi yang menyatakan bahwa penghentian sementara Program MBG menjadi penyebab langsung turunnya harga kebutuhan pokok. Para pengamat menilai pergerakan harga pangan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pasokan hasil panen, distribusi barang, kondisi cuaca, hingga tingkat permintaan pasar.
Pemerintah sendiri menegaskan penghentian sementara MBG dilakukan karena masa libur sekolah serta evaluasi pelaksanaan program. Program tersebut tetap menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik dan masyarakat.
Ekonom menilai perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh program MBG terhadap harga pangan di tingkat konsumen. Sebab, perubahan harga di pasar umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dalam rantai pasok pangan nasional.
Sementara itu, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok dapat terus terkendali sehingga daya beli tetap terjaga. Stabilitas harga pangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesejahteraan keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.