JTP - Tanjungsari – Kehadiran puluhan personel berseragam loreng Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) sempat menghebohkan dan membuat geger warga di sekitar Kecamatan Tanjungsari. Warga yang menyaksikan pergerakan rombongan tersebut sempat didera rasa panik dan ketakutan, lantaran mengira massa berseragam tersebut akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menuju Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tanjungsari.Kekhawatiran masyarakat seketika sirna dan berubah menjadi suasana penuh kebahagiaan serta keharuan. Rombongan tersebut ternyata sama sekali tidak berniat melakukan unjuk rasa, melainkan membawa misi khusus yang dipimpin langsung oleh Komandan Koramil (Danramil) 1004 Tanjungsari, Kapten Agus. Kehadiran mereka merupakan sebuah aksi kejutan (suprise) yang telah direncanakan matang untuk memberikan ucapan selamat Hari Bhayangkara yang ke-80 pada tahun 2026 ini.
Dipimpin oleh Kapten Agus, rombongan bergerak secara estafet memberikan kejutan tidak hanya ke satu lokasi. Ucapan selamat dan apresiasi tersebut disampaikan langsung ke tiga markas kepolisian sekaligus, yakni Mapolsek Tanjungsari, Polsek Pamulihan, dan Polsek Sukasari. Kedatangan mendadak yang membawa tumpeng serta bingkisan ini disambut dengan senyum sumringah, tawa, dan pelukan hangat dari jajaran personel kepolisian yang sedang bertugas.
Ketegangan warga yang awalnya mengira akan terjadi konflik atau ketidakstabilan keamanan, langsung mencair menjadi rasa kagum yang mendalam. Menyaksikan momen langka dan penuh keakraban tersebut, masyarakat mengaku sangat lega sekaligus bangga melihat keharmonisan yang ditunjukkan oleh dua pilar utama pertahanan dan keamanan negara tersebut di tingkat kecamatan.
Pemandangan ini menjadi bukti nyata betapa indahnya rasa saling menghargai dan bersinergi antarinstitusi. Meskipun mengenakan seragam loreng TNI yang identik dengan ketegasan, para prajurit mampu menunjukkan sisi humanis dan rasa persaudaraan yang erat terhadap rekan sejawat mereka yang mengenakan seragam cokelat kepolisian.
Sinergi ini sekaligus menegaskan pembagian tugas yang selaras demi keutuhan bangsa. Prajurit TNI dengan seragam lorengnya memegang amanah besar dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap Bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman.
Di sisi lain, Polri dengan seragam cokelatnya mengemban tugas mulia untuk memelihara keamanan, ketertiban, menegakkan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Hal ini sebagaimana yang telah diamanatkan di dalam Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tanjungsari ini menjadi potret sempurna bahwa TNI-Polri selalu solid bergerak bersama demi masyarakat.