Rumah yang merupakan pemberian orang tuanya itu kini sudah tidak layak huni. Atap bangunan mengalami kerusakan parah, dinding bilik bambu lapuk, dan struktur rumah dinilai membahayakan keselamatan apabila tetap ditempati.
Akibat kondisi tersebut, Diki beserta keluarganya kini harus menumpang di rumah sang ibu yang telah lanjut usia. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Diki dan istrinya bekerja sebagai tenaga kebersihan di sekitar kawasan pendidikan Unpad Jatinangor.
Belum Pernah Menerima Bantuan
"Kami tidak pernah menerima bantuan apa-apa dari pemerintah. Rumah pemberian orang tua sudah rusak total dan tidak bisa ditempati lagi, sehingga sekarang kami terpaksa menumpang di rumah ibu," ujar Diki.
Pihak keluarga juga menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diterbitkan pemerintah desa sebagai bukti bahwa mereka termasuk keluarga yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Kepala Desa Sebut Pengajuan Sudah Digital
Dalam upaya memperoleh konfirmasi, awak media menghubungi Kepala Desa Cileles melalui sambungan telepon. Kepala desa menyampaikan bahwa mekanisme pengajuan bantuan saat ini telah dipermudah melalui sistem digitalisasi.
Namun, ketika awak media bermaksud melakukan konfirmasi langsung di kantor desa usai meninjau kondisi rumah Diki, kepala desa tidak berada di tempat sehingga belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai tindak lanjut terhadap kondisi warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya peninjauan langsung maupun langkah konkret dari pihak Pemerintah Desa Cileles maupun Kecamatan Jatinangor terhadap kondisi rumah yang rusak berat tersebut.
Warga Berharap Pemerintah Segera Bertindak
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya Dinas Sosial serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), segera melakukan verifikasi lapangan dan memberikan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku, baik melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun bentuk bantuan sosial lainnya apabila memenuhi persyaratan.
Dokumentasi di lokasi memperlihatkan kerusakan serius pada bangunan, mulai dari atap yang roboh hingga dinding bilik bambu yang telah lapuk, sehingga kondisi rumah dinilai memerlukan penanganan secepatnya demi keselamatan penghuninya.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian seluruh pihak terkait agar warga yang benar-benar membutuhkan dapat segera memperoleh bantuan sesuai mekanisme dan program pemerintah yang tersedia.


