JTP - Tokyo – Jepang tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang mencetak sejarah baru. Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mencatat suhu udara mencapai atau melampaui 40 derajat Celsius selama lima hari berturut-turut, menjadi rekor terpanjang sejak pencatatan suhu ekstrem tersebut dimulai.Cuaca panas dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang bertahan di atas sebagian besar wilayah Jepang. Kondisi ini menyebabkan langit cerah tanpa hujan dalam waktu lama sehingga suhu terus meningkat di sejumlah daerah.
Pemerintah Jepang telah mengeluarkan peringatan bahaya sengatan panas (heatstroke) dan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, menggunakan pendingin ruangan, serta menghindari paparan sinar matahari langsung pada siang hari.
Gelombang panas tersebut juga berdampak pada sektor kesehatan. Ribuan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem, dengan kelompok lansia, anak-anak, serta pekerja luar ruangan menjadi yang paling rentan.
Para ahli menilai fenomena ini merupakan salah satu dampak meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang berkaitan dengan perubahan iklim. Jika tren pemanasan global terus berlanjut, kejadian serupa diperkirakan akan semakin sering terjadi di masa mendatang.
Otoritas Jepang terus memantau perkembangan cuaca dan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko dehidrasi maupun heatstroke selama gelombang panas masih berlangsung.