JTP - JAKARTA – Babak baru kawasan eks Hotel Sultan akhirnya dimulai. Setelah resmi diambil alih negara, bangunan yang selama puluhan tahun menjadi salah satu landmark ibu kota itu dipastikan akan dibongkar dan digantikan dengan kawasan baru yang digadang-gadang menjadi ikon Indonesia berstandar internasional.Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa kawasan eks Hotel Sultan akan didesain ulang secara menyeluruh. Menurutnya, pemerintah ingin menghadirkan proyek yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional dan masyarakat luas.
Rencana pengembangan tersebut disebut merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan kawasan Gelora Bung Karno sebagai destinasi kelas dunia. Penataan ulang tidak hanya menyentuh area eks Hotel Sultan, tetapi juga mencakup pengembangan kawasan GBK secara lebih luas agar memiliki daya tarik internasional.
Meski bangunan lama akan dirobohkan, pemerintah memastikan kawasan tersebut tetap akan memiliki fasilitas perhotelan. Bahkan, jumlah hotel dan fasilitas pendukung yang dibangun nantinya diperkirakan lebih banyak dibanding sebelumnya guna menunjang aktivitas bisnis, olahraga, pariwisata, dan hiburan di pusat Jakarta.
Pengelolaan kawasan baru itu direncanakan melibatkan sejumlah BUMN sektor pariwisata dan aviasi, termasuk InJourney dan Meru. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut menjadi simbol kemajuan Indonesia sekaligus magnet investasi baru di jantung ibu kota.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah melaksanakan eksekusi pengosongan kawasan eks Hotel Sultan pada 18 Juni 2026, menandai berakhirnya sengketa panjang terkait pengelolaan lahan Blok 15 Kompleks GBK. Pemerintah menegaskan bahwa pengambilalihan tersebut dilakukan dalam rangka optimalisasi aset negara untuk kepentingan masyarakat.
Dengan rencana pembangunan baru yang tengah disiapkan, kawasan eks Hotel Sultan berpotensi berubah dari sekadar kompleks perhotelan menjadi pusat kegiatan terpadu bertaraf internasional. Namun hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan desain final, nilai investasi, maupun jadwal pasti dimulainya pembangunan