Kulon Progo, DIY – Duka menyelimuti keluarga besar TNI. Prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, gugur dalam tugas misi perdamaian dunia di Lebanon setelah terkena ledakan mortir saat menjalankan salat Isya.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, di wilayah Lebanon Selatan, tepatnya di sekitar markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL). Saat kejadian, almarhum tengah beribadah di masjid dekat pos penjagaan.
Ledakan mortir dilaporkan jatuh di sekitar area tempat ibadah, menyebabkan Praka Farizal mengalami luka fatal. Ia dinyatakan gugur dalam menjalankan tugas negara.
Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahtera, menyebutkan bahwa mortir tersebut jatuh di samping masjid saat almarhum sedang melaksanakan salat.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Lebanon Selatan akibat konflik bersenjata antara Israel dan kelompok Hizbullah.
Jenazah almarhum telah dievakuasi dan akan dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan secara militer di kampung halamannya di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Praka Farizal diketahui meninggalkan seorang istri dan anak yang masih kecil. Kepergiannya menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia.
Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa serta penghargaan atas dedikasi almarhum dalam menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
