JTP - KABUPATEN BANDUNG, PACET — Pelayanan mobil siaga Desa Cinangela, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, menuai keluhan warga. Seorang pasien yang dijadwalkan menjalani kontrol rutin ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) pada Rabu (28/10/2026), dilaporkan gagal berangkat lantaran mobil pelayanan desa tidak dapat digunakan.
Peristiwa tersebut dialami keluarga pasien yang berdomisili di RT 002 RW 007, Desa Cinangela. Kejadian ini memunculkan pertanyaan warga mengenai kesiapan kendaraan, pengelolaan biaya operasional, serta fungsi mobil siaga yang semestinya membantu masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Menurut keterangan keluarga pasien yang disampaikan melalui Asep Suryana, Ketua RT 002 RW 007, keluarga pasien telah mempersiapkan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan uang untuk sopir sejak jauh hari. Namun, saat hari keberangkatan, sopir disebut menyampaikan bahwa kendaraan belum diservis sehingga tidak bisa digunakan.
“Padahal keluarga pasien sudah menyiapkan bensin dan uang untuk sopir. Namun, alasannya mobil belum diservis. Akibatnya, pasien tidak jadi kontrol hari ini. Kami prihatin, terutama jika kondisi ini dialami warga yang kurang mampu,” ujar Asep, Rabu (28/10/2026).
Warga Pertanyakan Biaya Operasional
Asep mempertanyakan mekanisme pembiayaan operasional mobil pelayanan desa. Menurutnya, pemerintah desa perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai alokasi dan realisasi anggaran, termasuk biaya BBM, perawatan kendaraan, pajak, serta honorarium sopir apabila komponen tersebut memang dianggarkan melalui APBDes.
Ia juga mengungkapkan bahwa warga selama ini merasa harus menanggung biaya perjalanan, mulai dari BBM hingga uang untuk sopir, ketika membutuhkan layanan antar-jemput pasien.
“Kalau biaya operasional sudah dialokasikan dalam APBDes, tentu perlu dijelaskan bagaimana penggunaannya. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan justru merasa terbebani,” katanya.
Meski demikian, kepastian mengenai besaran anggaran operasional, realisasi penggunaannya, serta mekanisme pembayaran layanan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada Pemerintah Desa Cinangela.
Pengadaan Kendaraan Ikut Disorot
Selain persoalan pelayanan, warga juga menyoroti pengadaan mobil pelayanan desa. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Asep, kendaraan tersebut disebut memiliki anggaran pengadaan sebesar Rp65 juta dalam APBDes. Namun, warga menduga kendaraan yang dibeli merupakan Suzuki Carry bekas dengan harga sekitar Rp20 juta.
Dugaan tersebut perlu ditelusuri melalui dokumen pengadaan, bukti transaksi, kondisi kendaraan saat dibeli, serta laporan pertanggungjawaban anggaran. Belum ada bukti yang dapat disimpulkan dalam informasi yang tersedia untuk memastikan adanya penyimpangan dalam pengadaan tersebut.
Atas persoalan ini, warga berharap Inspektorat Kabupaten Bandung dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung dapat menindaklanjuti laporan atau pengaduan yang disampaikan sesuai kewenangan masing-masing, termasuk melakukan pemeriksaan apabila ditemukan dasar yang cukup.
“Kami tidak bermaksud memojokkan pihak mana pun. Kami hanya ingin pelayanan kesehatan bagi warga, khususnya masyarakat kurang mampu, tidak dipersulit. Mobil siaga seharusnya membantu warga yang membutuhkan, bukan justru menjadi kendala,” tegas Asep.
Pemerintah Desa Diharapkan Memberikan Klarifikasi
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan sarana pelayanan publik di tingkat desa. Mobil siaga bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan fasilitas yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan mendesak masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas kesehatan.
Warga berharap Pemerintah Desa Cinangela segera memberikan penjelasan mengenai alasan kendaraan tidak dapat digunakan, kondisi perawatannya, serta pengelolaan anggaran pengadaan dan operasional selama periode 2022–2026.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari Pemerintah Desa Cinangela belum diperoleh. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pemerintah desa maupun pihak terkait agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang berdasarkan fakta dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan Asep Suryana selaku perwakilan warga RT 002 RW 007 serta informasi dari perwakilan GRIB JAYA PAC Pacet. Sejumlah informasi mengenai anggaran pengadaan dan operasional masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Redaksi menjunjung asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait.
