JTP - JAKARTA – Kabar penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) melalui sekolah kedinasan kembali menjadi perhatian masyarakat. Seleksi sekolah kedinasan 2026 dipastikan melibatkan sembilan kementerian dan lembaga, dengan sejumlah sekolah kedinasan yang lulusannya dapat diusulkan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).Sembilan instansi tersebut meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dasar penyelenggaraan penerimaan tahun ini adalah PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan, yang ditandatangani pada 15 Juli 2026. Regulasi tersebut menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lulus sekolah kedinasan dan memperoleh ijazah dapat diusulkan menjadi calon PNS sesuai ketentuan yang berlaku.
Sekolah kedinasan yang masuk dalam daftar antara lain PKN STAN, IPDN, sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekolah kedinasan Kementerian Hukum, STIS, STIN, Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta STMKG.
Namun, perlu dicatat, angka 4.770 formasi dan klaim bahwa pendaftaran CPNS dibuka pada Agustus belum dapat dipastikan sebagai informasi resmi BKN berdasarkan sumber resmi yang tersedia. BKN pada Juli 2026 baru menyatakan seleksi sekolah kedinasan 2026 akan segera dibuka, sementara sejumlah laporan media menyebut jadwal dan kuota masih menunggu pengumuman resmi.
Karena itu, calon peserta diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama jika ada pihak yang menawarkan jasa kelulusan atau meminta sejumlah uang.
Sebagai gambaran, pada seleksi sekolah kedinasan 2025 pemerintah mengalokasikan 3.252 formasi untuk tujuh kementerian/lembaga. Pendaftaran saat itu dilakukan melalui portal SSCASN BKN.
Bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin mengikuti seleksi 2026, persiapan dapat dilakukan sejak sekarang dengan menyiapkan dokumen administrasi, mempelajari persyaratan masing-masing sekolah, serta memantau pengumuman resmi BKN dan instansi terkait.
Intinya, peluang menjadi abdi negara melalui sekolah kedinasan kembali terbuka. Tetapi sebelum angka kuota dan tanggal pendaftaran diumumkan secara resmi, masyarakat sebaiknya menunggu informasi dari pemerintah agar tidak terjebak kabar yang belum terverifikasi.