Rupiah Melemah, Kurs Jual Dolar AS di Bank Dekati Rp18.200

 

JTP - Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Senin (13/7/2026). Pelemahan mata uang Garuda membuat kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) di sejumlah bank dan penyedia jasa penukaran valuta asing mendekati level Rp18.200 per US$.

Di pasar spot, rupiah ditutup melemah ke kisaran Rp18.109 per dolar AS, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab kurs jual dolar di perbankan bergerak lebih tinggi karena telah memperhitungkan selisih (spread) antara kurs beli dan kurs jual. Perkembangan ini membuat masyarakat yang membutuhkan dolar AS untuk keperluan perjalanan, pendidikan, maupun transaksi bisnis harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Analis menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, termasuk memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS. Selain itu, penguatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar internasional turut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Meski demikian, Bank Indonesia terus menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan pasar surat berharga negara guna meredam gejolak yang berlebihan.

Pelaku usaha dan masyarakat diimbau terus memantau perkembangan nilai tukar serta menggunakan kurs resmi yang ditetapkan masing-masing bank saat melakukan transaksi valuta asing, karena kurs jual dan kurs beli dapat berbeda di setiap lembaga keuangan.

Lebih baru Lebih lama