JTP - Teheran – Polemik politik mengguncang Iran setelah Dewan Informasi Pemerintah menuduh televisi pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) menyensor pidato Presiden Masoud Pezeshkian. Sejumlah bagian pidato yang membahas kondisi perang dan peluang negosiasi dengan Amerika Serikat disebut tidak ditayangkan kepada publik.Menurut pemerintah Iran, pidato Presiden Pezeshkian memuat penjelasan mengenai dinamika pengambilan keputusan negara di tengah konflik. Namun, bagian yang menyinggung proses negosiasi dan komunikasi dengan pemimpin tertinggi Iran dilaporkan dipotong saat disiarkan oleh IRIB, sehingga memicu tudingan adanya penyensoran informasi.
Dewan Informasi Pemerintah menyatakan tindakan tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat dan mengganggu persatuan nasional. Pemerintah juga mengklaim bahwa bukan hanya pidato Presiden yang mengalami pemotongan, tetapi pernyataan sejumlah pejabat tinggi lainnya terkait isu perang dan diplomasi turut tidak disiarkan secara utuh.
Di sisi lain, IRIB membantah telah melakukan penyensoran. Lembaga penyiaran negara itu menegaskan penyuntingan dilakukan berdasarkan pertimbangan editorial demi menghindari munculnya persepsi adanya perpecahan di kalangan pemimpin Iran saat negara menghadapi situasi konflik.
Perselisihan ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya dinamika pandangan di internal pemerintahan Iran mengenai strategi menghadapi perang dan upaya diplomasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan yang mengakhiri polemik antara pemerintah dan televisi negara tersebut.