JTP - Beijing – Gelombang pemberantasan korupsi di China kembali mengguncang jajaran elite pemerintahan. Otoritas antikorupsi negara itu memperluas penyelidikan hingga ke lingkaran pejabat paling berpengaruh di Partai Komunis China (PKC), memicu sorotan publik dan dunia internasional.Kasus terbaru menimpa mantan anggota Politbiro PKC, Ma Xingrui, yang resmi dikeluarkan dari Partai Komunis China setelah diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Ia dituduh menyalahgunakan wewenang, menerima suap, memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, serta melibatkan anggota keluarganya dalam praktik korupsi.
Tak berhenti di situ, penyelidikan juga merambah sejumlah pejabat yang pernah berada di lingkaran dekat Ma Xingrui. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah China tidak hanya memburu pelaku utama, tetapi juga menelusuri jaringan yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.
Penindakan ini menjadi salah satu yang paling menyita perhatian karena Ma Xingrui merupakan mantan anggota Politbiro, lembaga yang berisi para petinggi Partai Komunis China. Kasus tersebut menambah daftar pejabat senior yang terseret dalam kampanye antikorupsi yang terus digencarkan Presiden Xi Jinping.
Sejak dimulai pada 2012, kampanye antikorupsi di bawah kepemimpinan Xi Jinping telah menjerat ribuan pejabat dari berbagai tingkat pemerintahan, termasuk pejabat pusat, militer, hingga pimpinan perusahaan milik negara. Pemerintah China menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menegakkan disiplin partai, memberantas korupsi, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Di sisi lain, sejumlah pengamat internasional menilai kampanye antikorupsi ini juga membawa dampak politik karena memperkuat konsolidasi kekuasaan di tubuh Partai Komunis China. Meski demikian, pemerintah China menegaskan seluruh proses penindakan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan hasil penyelidikan lembaga pengawas antikorupsi.