JTP - Jakarta – Momen AKBP Adri Desas Furyanto berteriak, "Kaki saya patah!", saat mengamankan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI menjadi viral di media sosial. Banyak warganet menduga perwira polisi tersebut mengalami patah tulang serius. Namun, hasil pemeriksaan medis mengungkap kondisi yang sebenarnya.Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan AKBP Adri didiagnosis mengalami fraktur patella dextra, yaitu keretakan pada tempurung lutut kanan. Cedera tersebut dialami setelah AKBP Adri terjatuh saat terjadi dorong-dorongan ketika aparat mengamankan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Senin (22/6/2026).
Insiden bermula saat petugas berupaya mengamankan replika keranda yang dibakar massa aksi. Dalam prosesnya terjadi tarik-menarik antara aparat dan demonstran hingga menyebabkan AKBP Adri kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlin Sumantri, menjelaskan bahwa teriakan "kaki saya patah" merupakan respons spontan akibat rasa sakit yang dirasakan sesaat setelah insiden. Setelah menjalani pemeriksaan oleh tim medis, diketahui cedera yang dialami berupa keretakan pada tempurung lutut kanan, bukan patah tulang pada bagian kaki secara keseluruhan sebagaimana sempat beredar di media sosial.
Saat ini, AKBP Adri masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pihak kepolisian menyatakan proses pemulihan masih berlangsung dan belum dapat memastikan kapan yang bersangkutan dapat kembali bertugas.
Sementara itu, situasi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI berhasil dikendalikan aparat dan tidak berlangsung hingga larut malam. Polisi juga mengimbau seluruh pihak untuk tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.