JTP - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan mengalami penguatan signifikan pada pekan depan. Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik setelah Dasco mengimbau masyarakat yang masih menyimpan dolar Amerika Serikat agar segera menukarkannya ke rupiah sebelum terlambat.Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Dasco menyebut pemerintah telah menyiapkan strategi khusus guna memperkuat rupiah dan menekan dominasi dolar AS di pasar domestik. Meski belum membeberkan detail kebijakan tersebut, ia optimistis langkah pemerintah akan berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
“Kalau minggu depan rupiah menguat, kasihan kalau masih menyimpan dolar,” ujar Dasco kepada awak media. Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah serius menjaga kestabilan nilai tukar di tengah tekanan ekonomi global.
Sejumlah indikator pasar memang mulai menunjukkan tren positif. Berdasarkan data perdagangan terbaru, rupiah sempat menguat hingga ke level Rp17.860 per dolar AS pada Jumat, 12 Juni 2026. Penguatan tersebut dipengaruhi sentimen positif pasar, rencana kebijakan Bank Indonesia, serta mulai meredanya tekanan global terhadap mata uang emerging market.
Namun demikian, pengamat ekonomi mengingatkan bahwa pergerakan rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal seperti penguatan dolar global, konflik geopolitik, serta kondisi ekonomi internasional. Sebelumnya, rupiah bahkan sempat mendekati level Rp18.000 per dolar AS akibat tekanan pasar dan meningkatnya ketidakpastian global.
Pernyataan Dasco kini ramai diperbincangkan di kalangan pelaku pasar hingga masyarakat umum. Banyak pihak menunggu langkah konkret pemerintah yang disebut-sebut akan diumumkan dalam waktu dekat untuk memperkuat rupiah dan menjaga kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.