Jembatan Maut Penghubung Tiga Kecamatan di Sumedang Memprihatinkan, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

 


SUMEDANG – Jembatan vital yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, dan Sukasari, kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Infrastruktur penyeberangan yang berlokasi di Dusun Citeureup RW 09, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang tersebut mendesak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebelum jatuh korban yang lebih banyak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, akses jalan menuju jembatan tersebut memiliki medan ekstrem dengan tanjakan dan turunan curam yang membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut diperparah dengan ukuran badan jembatan yang sempit sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas, terlebih ketika berpapasan dari arah berlawanan.

Ironisnya, jembatan tersebut sama sekali tidak dilengkapi pagar pembatas atau pengaman di kedua sisinya. Minimnya fasilitas keselamatan membuat jembatan itu kerap disebut warga sebagai “jalur tengkorak” karena sudah beberapa kali terjadi kendaraan terperosok akibat kehilangan kendali saat melintas di lokasi tersebut.

Padahal, keberadaan jalur dan jembatan di Dusun Citeureup itu menjadi urat nadi transportasi yang sangat penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan tiga kecamatan. Setiap harinya, akses tersebut digunakan warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas sosial lainnya yang menunjang kehidupan masyarakat sekitar.

Kondisi ini semakin menjadi perhatian setelah muncul isu terkait rencana pengaktifan kembali jalur kereta api atau Jalan SS milik PJKA yang melintasi kawasan tersebut. Warga khawatir apabila jalur rel kembali difungsikan tanpa adanya peningkatan infrastruktur jalan alternatif, maka akses masyarakat akan semakin terbatas dan berisiko tinggi.

Jika rencana pengoperasian kembali jalur PJKA benar-benar terealisasi, maka jalan dan jembatan di Dusun Citeureup otomatis akan menjadi satu-satunya akses alternatif utama bagi masyarakat. Karena itu, perbaikan infrastruktur dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga kelancaran mobilitas ribuan warga lintas kecamatan.

Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga kementerian terkait segera turun tangan melakukan langkah konkret. Warga mendesak adanya pelebaran jembatan, perbaikan kondisi jalan, serta pemasangan pagar pengaman yang layak demi keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan roda perekonomian masyarakat.

Lebih baru Lebih lama