Pasca Kirab Makuta Binokasih, Pemprov Jabar Upayakan Jalur Kembali Bersih dan Rapi



BANDUNG– Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Jabar yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Kirab Makuta Binokasih.


Sekda jabar menyatakan bahwa pasca kegiatan tersebut, pihaknya akan mengupayakan agar jalur yang dilalui kembali bersih, indah, dan rapi seperti sedia kala.


Pasca Kirab Makuta Binokasih kita upayakan jalurnya bersih, indah dan rapih kembali. Terima kasih warga Jawa Barat.


Kirab Makuta Binokasih sendiri merupakan arak-arakan simbolis yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan dan pelestarian budaya di Jawa Barat.


Makuta Binokasih Sang Hyang Pake adalah mahkota pusaka peninggalan Kerajaan Sunda Pajajara, dari abad ke-14.



 Bahan: Emas murni 18 karat berat ±8 kg, dihiasi batu giok dan permata

Makna nama: "Binokasih" artinya kasih sayang, "Sang Hyang Pake" artinya yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Filosofinya: kasih sayang harus jadi dasar bermasyarakat, diwujudkan lewat gotong royong, musyawarah, dan kebijaksanaan

Fungsi: Lambang legitimasi kekuasaan raja Sunda, sekaligus simbol keadilan, keagungan, dan kasih sayang raja kepada rakyat

Lokasi sekarang: Mahkota asli disimpan di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang dengan pengamanan super ekstra. Replikanya ada di Museum Sri Baduga, Bandung 156b6653d9fd


Ini bagian dari peringatan Milangkala Tatar Sunda yang digelar 2–18 Mei 2026 di berbagai daerah Jabar. Kota yang dilewati antara lain Bogor, Ciamis, Cianjur, Garut, dan Karawang.


Tujuan kirab:

1. Mengingat sejarah: Bogor dipilih karena dulu jadi pusat pemerintahan Pakuan Pajajaran di masa Sri Baduga Maharaja

2. Pendidikan budaya: Mengenalkan warisan budaya Sunda ke generasi muda.

3. Penguatan identitas: Menanamkan nilai Sunda _Tritangtu_ dan kearifan lokal.


Makanya Sekda jabar Herman Suryatman bilang pasca kirab jalur harus dibersihkan lagi biar tetap indah dan rapi. Kegiatannya bukan cuma seremonial, tapi punya makna filosofis dan historis yang dalam buat orang Sunda. 


Lebih baru Lebih lama