Jurnal TNI polri - JAKARTA — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, pemerintah bergerak cepat merespons gejolak harga pangan yang mulai fluktuatif di berbagai daerah. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengundang seluruh kepala daerah dalam rapat koordinasi khusus guna membahas langkah strategis pengendalian inflasi.Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga. Ia meminta kepala daerah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasar dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman.
Komoditas seperti cabai, bawang merah, daging sapi, dan ayam ras menjadi perhatian utama karena berpotensi mengalami lonjakan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha. Untuk itu, pemerintah daerah didorong melakukan langkah konkret seperti operasi pasar, pengawasan distribusi, serta menjaga kecukupan stok.
Kemendagri juga menekankan pentingnya sinergi lintas daerah agar tidak terjadi kesenjangan harga yang signifikan. Distribusi pangan yang lancar dinilai menjadi kunci utama dalam meredam tekanan inflasi, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi stabilisasi, termasuk penguatan cadangan pangan pemerintah dan pengawasan ketat di jalur distribusi nasional.
Dengan langkah terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, pemerintah optimistis inflasi jelang Iduladha 2026 dapat tetap terkendali, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan hari raya.