JURNAL TNI POLRI - Seorang pengusaha lokal yang sukses asal Cikawao, Majalaya, yaitu H. Roni, melaksanakan kegiatan syukuran secara adat dan budaya Sunda yang dikenal dengan istilah ngadeg atau pangadegan. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus ungkapan rasa syukur atas berdirinya tempat usaha yang diharapkan membawa keberkahan.Hari Senin, 27 April 2026, dipilih sebagai hari baik untuk melaksanakan prosesi sakral tersebut. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar, khususnya istri tercinta, serta para karyawan yang turut menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha yang dirintis.
Acara dibuka secara resmi oleh Ujang Tedi Nopanda selaku Wakil Perwakilan Wilayah Nasional JTP, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan syukuran ini sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selanjutnya, prosesi adat dan doa dipimpin oleh Abah Rawayan Tatang M. Jamaludin, yang juga dikenal sebagai pimpinan Pondok Rawayan sekaligus Pimpinan Redaksi Jurnal TNI POLRI. Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan adzan di setiap penjuru sudut bangunan sebagai simbol penjagaan dan doa keselamatan, serta pembakaran dupa sebagai bagian dari tradisi penghormatan kepada nilai-nilai leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, H. Roni dan istri memanjatkan harapan besar agar segala upaya dan usaha yang dijalankan senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, serta dijauhkan dari segala hambatan dan rintangan.
Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai simbol alam yang disebut sajen atau sasajen (Sastra Jendra) yang sarat akan makna filosofis. Di antaranya adalah pohon pisang, pohon tebu, bambu kuning, hanjuang bereum, serta aneka buah-buahan seperti kelapa, pisang, jeruk, dan pepaya. Selain itu, disediakan pula bubur merah dan putih, nasi kuning, kopi hitam, susu, serta air putih sebagai pelengkap umbe rampe.
Setiap unsur tersebut mengandung nilai dan pesan luhur yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Sunda di tanah Jawa Barat—melambangkan harapan akan keseimbangan hidup, kemakmuran, keselamatan, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abah Rawayan, memohon agar usaha yang dijalankan H. Roni dan keluarga senantiasa diberi kelancaran, keberhasilan, serta keberkahan yang melimpah.
Dengan terselenggaranya syukuran pangadegan ini, diharapkan segala cita-cita dan harapan H. Roni beserta keluarga dapat terwujud dengan baik tanpa hambatan apa pun.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Laporan: Ojag – Jurnal TNI POLRI