Jembatan Penghubung Tiga Kecamatan di Desa Cilayung rawan kecelakaa dikarnakan tidak ada pembatas jembatan

 

JTP - SUMEDANG – Kondisi infrastruktur jembatan yang terletak di Dusun Citeureup, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, kini dalam kondisi memprihatinkan. Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan tiga wilayah sekaligus, yakni Kecamatan Jatinangor, Kecamatan Sukasari, dan Kecamatan Tanjungsari. Namun, fungsi strategisnya tidak dibarengi dengan keamanan yang memadai bagi para pengguna jalan yang melintas setiap harinya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa jembatan tersebut sama sekali tidak memiliki pagar pembatas atau guardrail yang kokoh di kedua sisinya. Hal ini sangat membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk, mengingat lebar jembatan yang terbatas dan posisinya yang berada di atas aliran sungai atau jurang yang cukup dalam. Kurangnya penerangan di area sekitar semakin menambah daftar panjang risiko kecelakaan di titik tersebut.

Kondisi diperparah dengan kerusakan pada struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) yang terlihat mulai mengalami longsor di beberapa titik. Pengikisan tanah ini dikhawatirkan akan merembet ke fondasi utama jembatan jika tidak segera diperbaiki. Jika dibiarkan dalam waktu lama tanpa ada penguatan beton, struktur jalan bisa sewaktu-waktu amblas dan memutus akses transportasi utama masyarakat di perbatasan tiga kecamatan tersebut.

Sejumlah warga setempat mengungkapkan rasa khawatir mereka saat harus melintasi jembatan itu, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan lain. Mengingat jembatan ini merupakan jalur penghubung antar-kecamatan, mobilitas kendaraan cukup tinggi, baik motor maupun kendaraan pengangkut hasil bumi. Ketiadaan pembatas jembatan membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke area bawah yang curam.

Selain faktor teknis bangunan, medan jalan menuju jembatan yang cukup berliku juga menjadi faktor tambahan penyebab kerawanan kecelakaan. Longsoran pada TPT yang sudah mulai masuk ke badan jalan mempersempit ruang gerak kendaraan. Hal ini sering kali menyebabkan kemacetan kecil hingga potensi perselisihan antar-pengendara yang berebut jalur di titik yang dianggap paling aman untuk dilintasi.

Masyarakat Dusun Citeureup berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang, segera meninjau lokasi tersebut. Perbaikan TPT dan pemasangan pagar pembatas jembatan dinilai sebagai prioritas utama yang mendesak untuk mencegah terjadinya korban jiwa. Warga merasa pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan sering kali terabaikan dibandingkan pusat kota.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih swadaya melakukan pengawasan dan memberikan peringatan ala kadarnya di sekitar lokasi longsor agar pengendara lebih waspada. Besar harapan masyarakat agar anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan segera dialokasikan untuk Desa Cilayung sebelum kerusakan semakin parah. Keselamatan ribuan warga yang menggantungkan mobilitasnya di jalur ini kini berada di ujung tanduk menunggu respons cepat dari pihak terkait.

Lebih baru Lebih lama