Pondok Rawayan, Pilar Adat Penjaga Jati Diri Bangsa

 

MAJALAYA | JURNAL TNI–POLRI

Pondok Rawayan di bawah kepemimpinan Abah Tatang M. Jamaludin terus menunjukkan perannya sebagai pilar adat dalam menjaga dan merawat jati diri bangsa melalui pelestarian nilai-nilai luhur kearifan lokal Sunda.

Melalui Lembaga Adat Purawijaya Pondok Rawayan Timanganten Samarang, Garut, Abah Tatang menegaskan bahwa adat, budaya, dan spiritualitas merupakan fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang beradab, berdisiplin, serta menjunjung tinggi persatuan.

“Adat bukan sekadar warisan, tetapi pedoman hidup yang mengajarkan keseimbangan, kebersamaan, dan tanggung jawab moral,” ujar Abah Tatang M. Jamaludin.

Pondok Rawayan mengusung falsafah “Sagada Sawaja D’juljalalli”, yang dimaknai sebagai ajaran hidup selaras antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tersebut diterapkan dalam setiap kegiatan pembinaan adat, spiritual, dan sosial kemasyarakatan.

Berlokasi di wilayah Majalaya, Pondok Rawayan dikenal sebagai pusat kegiatan adat dan budaya yang terbuka bagi masyarakat luas. Keberadaannya menjadi ruang silaturahmi lintas tokoh adat, budaya, dan masyarakat, sekaligus wadah pembentukan karakter generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

Abah Tatang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan melalui penghormatan terhadap adat dan nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, kemajuan tidak harus menghapus tradisi, melainkan memperkuat identitas nasional yang berlandaskan budaya Nusantara.

Dengan komitmen yang konsisten, Pondok Rawayan di bawah kepemimpinan Abah Tatang M. Jamaludin diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga harmoni sosial, memperkokoh persatuan, serta merawat jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman.

Lebih baru Lebih lama