PUSAKA CIWANGI istiqomah gelar latihan rutin, teguhkan silat beradab berbasis wasiat leluhur.


 

Paseh, Kabupaten Bandung – Padepokan _Pusaka Ciwangi Gajah Putih Mega Paksi Pusaka_ terus menunjukkan konsistensinya dalam membina generasi muda melalui latihan rutin pencak silat Sunda. Kegiatan digelar setiap malam, dimulai ba’da Maghrib hingga Isya, bertempat di Padepokan Pusaka Ciwangi, Desa Cipaku, Kecamatan Paseh.


Puluhan pesilat dari tingkat pra-remaja hingga dewasa tampak mengikuti latihan dengan tertib. Materi yang dilatihkan meliputi kuda-kuda dasar Sajajar dan Satangkar hingga jurus kembangan Salancar Seluruh murid mengenakan seragam khas berwarna hitam, ikat pinggang merah, dan iket kepala biru sebagai identitas budaya Sunda.


Ketua Padepokan menegaskan bahwa tujuan utama Pusaka Ciwangi adalah mengamalkan wasiat almarhum Mama Aji Djaenudin. “Silat bukan untuk mengalahkan orang lain. Silat diajarkan untuk mengalahkan hawa nafsu diri sendiri terlebih dahulu. Karena itu, setiap latihan selalu diiringi adab, mengaji, dan pembersihan hati,” ujarnya.


Sebagai padepokan terbuka, Pusaka Ciwangi menerima siapa saja, khususnya putra-putri wilayah Ciwangi dan sekitarnya yang memiliki minat mempelajari pencak silat Sunda dengan lurus dan beradab.


Filosofi yang terus dijaga padepokan ini dirangkum dalam semboyan: Sarébu jurus balik deui ka Hiji. Silat kuat, ahlak mulia.


#PusakaCiwangi GajahPutih MegaPaksiPusaka #LatihanRutin SilatBeradab CiwangiPaseh

Lebih baru Lebih lama