JAKARTA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengumumkan rencana pembentukan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan setiap tahunnya. Program ini bertujuan memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional di berbagai daerah.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa satuan tersebut dirancang untuk ditempatkan di kawasan perbatasan, wilayah terpencil, hingga daerah yang dinilai rawan konflik.
Berbeda dengan satuan tempur pada umumnya, batalyon ini memiliki tugas ganda yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Setiap kesatuan akan dibekali kemampuan di luar bidang kemiliteran, meliputi penguatan ketahanan pangan, layanan medis, pengelolaan peternakan, hingga perbaikan infrastruktur publik.
Program ini akan direalisasikan secara bertahap dengan dukungan fasilitas, peralatan, dan sumber daya manusia yang memadai. Selain untuk mengantisipasi ancaman keamanan dan menjaga stabilitas kedaulatan, personel TNI AD diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian lokal yang terintegrasi dengan potensi dan kebutuhan di masing-masing daerah penugasan.
