King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Senegal Jelang Idul Adha


 

RABAT – Raja Mohammed VI memberikan Pengampunan Kerajaan kepada sejumlah suporter sepak bola asal Senegal menjelang perayaan Idul Adha 1447 H. Keputusan ini disampaikan melalui rilis resmi Istana Kerajaan pada Sabtu (23/5/2026) atas dasar kemanusiaan.


Para penerima pengampunan sebelumnya dinyatakan bersalah atas pelanggaran hukum selama penyelenggaraan Piala Afrika di Maroko, yang berlangsung pada 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026.


Langkah tersebut dinilai mencerminkan kedekatan hubungan historis dan kerja sama strategis antara Kerajaan Maroko dan Republik Senegal. Pemberian ampunan juga disebut sebagai wujud nilai luhur bangsa Maroko yang menjunjung tinggi sifat pemaaf, kemurahan hati, dan toleransi antar-bangsa.


Bersamaan dengan itu, Raja Mohammed VI menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye, jajaran otoritas, serta seluruh rakyat Senegal.


*Dinilai sebagai Praktik Keadilan Restoratif*


Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, mengapresiasi keputusan tersebut. Ia menyebut langkah Raja Mohammed VI sebagai contoh konkret penerapan keadilan restoratif di tingkat kepala negara.


Raja bertindak sebagai bapak bangsa yang mengedepankan kebijaksanaan, toleransi, dan kemanusiaan di atas kekakuan hukum formal, ujar Wilson di Jakarta, Minggu (24/5/2026).


Menurutnya, pemberian ampunan memberi ruang koreksi bagi para suporter yang bertindak dalam euforia pertandingan. Langkah ini juga memperkuat citra Maroko sebagai pusat perdamaian dan stabilitas di Afrika.


Nilai pemaaf yang ditunjukkan jelang Idul Adha mengirim pesan bahwa olahraga dan diplomasi harus menyatukan, bukan memecah belah. Ini layak menjadi inspirasi bagi pemimpin dunia dalam menjaga persaudaraan antar-bangsa, pungkasnya.

Lebih baru Lebih lama