SUBANG – Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah mahasiswa dan LSM di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (19/2/2026), memanas setelah warga setempat menghadang massa yang hendak menyampaikan aspirasi di depan kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Massa aksi datang untuk menyuarakan kritik terkait dugaan proyek infrastruktur bermasalah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Isu yang disoroti antara lain kualitas proyek jalan yang dinilai cepat rusak serta dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek di sejumlah dinas.
Koordinator lapangan aksi menyebutkan, unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena aspirasi yang sebelumnya disampaikan ke instansi terkait belum mendapatkan tanggapan memadai. Massa pun memilih mendatangi Lembur Pakuan untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Namun situasi berubah tegang ketika warga sekitar menghadang massa di gerbang masuk kawasan. Warga menilai aksi demonstrasi di lingkungan permukiman tidak tepat dan berpotensi mengganggu ketertiban kampung yang selama ini dikenal kondusif.
Sempat terjadi adu mulut antara massa dan warga, namun aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di lokasi sigap melakukan pengamanan guna mencegah bentrokan fisik. Hingga aksi berakhir, tidak dilaporkan adanya korban maupun kerusakan.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan dinamika antara hak menyampaikan pendapat di muka umum dan respons masyarakat setempat yang ingin menjaga ketertiban lingkungan.
Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
