GARUT, BAYONGBONG - Kebakaran hebat melanda Pasar Andir, Kampung Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Rabu (07/10/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah kios dan lapak pedagang di bagian tengah hingga belakang pasar, terutama di Blok A, Blok B, Blok C, dan Blok Mawar. Material kios yang didominasi kayu dan bahan mudah terbakar serta embusan angin kencang membuat api sulit dikendalikan.
UPAYA PEMADAMAN:
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan.
Kami langsung mengerahkan personel ke tempat kejadian dan langsung melakukan upaya pemadaman, ujar Usep, Kamis (08/10/2026) pagi.
Sebanyak, 14 unit armada pemadam gabungan dikerahkan:
- 1 Unit Komando, 3 Unit Mako Damkar Garut, 1 Unit Pos Kota, 1 Unit Pos Sektor Cikajang
- 1 Unit Suplai BPBD Garut, 1 Unit Water Tank TNI Kodim 0611/Garut
- Dibantu unsur Polsek Bayongbong, Koramil, BPBD, PLN, PMI, dan warga.
Proses pemadaman berlangsung beberapa jam. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.15 WIB, namun hingga Kamis pagi petugas masih melakukan pendinginan, untuk memastikan tidak ada titik api susulan.
DAMPAK:
- Data sementara: 26 kios / lapak pedagang hangus terbakar, (jumlah masih dalam pendataan)
- Kerugian material: Diperkirakan ± Rp250.000.000
- Aset terselamatkan: Diperkirakan ± Rp500.000.000
- Korban jiwa: NIHIL - Tidak ada korban luka maupun meninggal dunia.
DUGAAN PENYEBAB:
Masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Informasi awal menyebutkan api membesar setelah sebelumnya sempat terjadi padam listrik.
Diduga mati lampu, saat sudah menyala tiba-tiba api sudah membesar, kata Usep. Pihak kepolisian masih mendalami apakah akibat korsleting listrik saat listrik kembali menyala.
Disdamkarmat Garut mengimbau kepada seluruh pedagang dan pengelola pasar untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan instalasi listrik, kompor, dan sumber api lainnya dalam kondisi aman, terutama di musim cuaca panas dan kering yang rawan kebakaran.
