RATUSAN ORANG TUA MURID DATANGI KANTOR DISDIK JABAR. DESAK KEADILAN ATAS POLEMIK SPMB JALUR SEKOLAH MAUNG


 

Jadwal Pengumuman Mepepet Deadline + Sistem Pemetaan Error, Ribuan Calon Siswa Terancam Kehilangan Tempat


BANDUNG, JAWA BARAT – Ratusan orang tua murid memadati Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Disdik Jabar, Jalan Dr. Rajiman No.6, Bandung, Senin 8 Juni 2026. Aksi mereka dipicu polemik pengumuman hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru SPMB jalur Sekolah Maung yang berdekatan dengan batas akhir pemetaan, ditambah gangguan sistem yang mengunci data calon siswa.


Massa menuntut Disdik Jabar segera memberikan penjelasan transparan dan solusi konkret agar ribuan peserta didik tidak kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan.


Aksi unjuk rasa damai dilakukan ratusan orang tua murid calon siswa SMA/SMK di Jawa Barat. Mereka mendatangi Disdik Jabar untuk memprotes dua hal utama: 1) Jadwal pengumuman SPMB jalur Sekolah Maung yang terlalu mepet dengan batas akhir pemetaan, 2) Sistem pemetaan SPMB yang mengalami gangguan dan mengunci data siswa sebelum tahapan selesai.

 

Peristiwa terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, mulai siang hingga sore WIB. Waktu aksi bertepatan dengan masa krusial pemetaan SPMB 2026 yang menjadi penentu penempatan siswa.


Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jl. Dr. Rajiman No.6, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.


Alasan 1: Jadwal Mepepet

Pengumuman hasil SPMB jalur Sekolah Maung diumumkan berdekatan dengan batas akhir pemetaan. Peserta yang tidak lolos tidak punya waktu cukup untuk mencari dan mendaftar ke sekolah alternatif. Kuota sekolah lain sudah banyak terisi, sehingga peluang semakin kecil.


Sejumlah orang tua mengeluhkan portal SPMB sulit diakses. Beberapa akun peserta mengalami data calon siswa terkunci otomatis oleh sistem sebelum masa pemetaan benar-benar berakhir. Kondisi ini membuat proses pendaftaran ulang ke sekolah lain tidak bisa dilakukan.


Pelaku aksi: Ratusan orang tua/wali murid calon peserta didik baru SMA/SMK se-Jawa Barat.  


Pihak yang dituntut: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Panitia SPMB Jabar 2026.


Kondisi ini memicu kepanikan dan keresahan. Ribuan peserta yang tidak lolos jalur Sekolah Maung terancam tidak mendapat sekolah karena waktu mepet + data terkunci. Orang tua menuntut 3 hal: penjelasan resmi Disdik Jabar, solusi teknis berupa perpanjangan waktu/akses data dibuka kembali, dan kepastian nasib anak mereka.


Catatan & Sikap Redaksi Jurnal TNI POLRI 

1. Verifikasi Lapangan: Informasi dihimpun dari keterangan langsung orang tua murid di lokasi aksi Bandung, 8 Juni 2026.


2. Cover Both Sides: Hingga berita ini terbit, Jurnal TNI POLRI belum menerima keterangan resmi dari Kepala Disdik Jabar, Kabid Pembinaan SMA/SMK, maupun Humas Disdik Jabar. 


3. Praduga Tak Bersalah: Disdik Jabar dan Panitia SPMB berhak memberikan klarifikasi terkait kendala teknis dan manajemen jadwal.


4. Tindak Lanjut Redaksi: Tim Jurnal TNI POLRI akan mengonfirmasi ke Disdik Jabar terkait: penyebab mepetnya jadwal, penyebab error sistem, jumlah siswa terdampak, dan langkah perbaikan yang akan diambil.


Imbauan Redaksi :

Kepada orang tua murid: Tetap tenang, jaga kondusivitas, dan hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. 


Kepada Disdik Jabar: Segera berikan klarifikasi resmi, buka posko pengaduan, dan ambil langkah cepat. Prinsip SPMB adalah transparan, akuntabel, dan tidak merugikan peserta didik.


Berita ini akan diperbarui setelah ada pernyataan resmi dari Disdik Jabar.



Lebih baru Lebih lama