Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran [IRGC] mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di wilayah Teluk Persia pada 26-27 Mei 2026. IRGC menyatakan pesawat nirawak itu melanggar wilayah udara Iran.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut drone tersebut ditembak oleh sistem pertahanan udara terbaru Angkatan Udara IRGC setelah memasuki wilayah udara Iran di area Teluk Persia pada dini hari. IRGC juga mengklaim menembak peringatan ke drone RQ-4 dan jet tempur F-35 AS yang memaksa keduanya mundur.
Klaim itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran pasca gencatan senjata April 2026. Media pemerintah Iran menyebut tindakan itu sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh AS.
Hingga Kamis 28 Mei 2026, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon atau Komando Pusat AS [CENTCOM] terkait jatuhnya drone MQ-9. Sejumlah media menyebut AS sebelumnya menyatakan melakukan serangan "defensif" terhadap situs drone Iran di Bandar Abbas.
Analis menyebut insiden ini berisiko mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz yang dilalui 20% minyak laut dunia. Harga minyak Brent sempat naik 3,7% ke $97,79 menyusul eskalasi tersebut.
Catatan: Informasi ini berdasarkan klaim IRGC dan laporan media Iran. Belum ada verifikasi independen atas lokasi, waktu, dan kebenaran penembakan drone MQ-9.
