JTP - Seoul, 4 April 2026 — Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan pernyataan tegas yang mengundang perhatian dunia internasional. Usai memanasnya hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Macron menyerukan agar negara-negara global tidak lagi bergantung pada Amerika Serikat.Pernyataan itu disampaikan Macron saat memberikan pidato di Seoul, Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya membangun kemandirian global di tengah ketidakpastian arah kebijakan luar negeri AS.
Menurut Macron, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, India, hingga negara-negara Eropa perlu membentuk kekuatan baru yang lebih independen. Ia menyebut konsep ini sebagai “jalan ketiga” — tidak berada di bawah bayang-bayang kekuatan besar mana pun.
“Ketergantungan berlebihan pada satu negara bisa menjadi risiko besar, apalagi jika kebijakan berubah-ubah,” tegas Macron dalam pidatonya.
Ketegangan ini dipicu oleh sikap Trump yang dikabarkan mempertimbangkan penarikan Amerika Serikat dari NATO, menyusul perbedaan sikap terkait operasi militer terhadap Iran. Wacana tersebut langsung memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara sekutu, khususnya di Eropa.
Macron pun mengingatkan bahwa dunia saat ini membutuhkan keseimbangan baru dalam geopolitik global. Ia mendorong kerja sama antarnegara berbasis stabilitas, diplomasi, dan kedaulatan masing-masing, tanpa dominasi satu kekuatan utama seperti AS atau China.
Seruan ini menjadi sinyal kuat bahwa dinamika global tengah bergeser. Negara-negara kini mulai mempertimbangkan untuk memperkuat posisi mereka secara mandiri di tengah ketidakpastian arah politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump.
Langkah Macron tersebut dipandang sebagai upaya membangun tatanan dunia baru yang lebih seimbang, sekaligus mengurangi dominasi kekuatan tradisional dalam percaturan geopolitik internasional.