Majalaya – Suasana Alun-alun Majalaya tampak semarak dalam gelaran Hajat Lembur Majalaya ke-4, sebuah acara budaya tahunan yang menjadi wujud syukur masyarakat sekaligus upaya pelestarian kearifan lokal. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan daerah, termasuk Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Nasional Jurnal TNI–Polri, Stiven SH.
Acara yang dikemas dalam bentuk festival budaya tersebut menampilkan beragam kesenian tradisional, di antaranya wirid karinding dan debus, yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang memadati area alun-alun. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Deputi dari Kementerian Ekonomi Kreatif, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan budaya lokal sebagai bagian dari ekonomi kreatif nasional.
Dalam keterangannya, Stiven SH menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Hajat Lembur Majalaya yang keempat ini. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat identitas bangsa, mempererat persatuan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Hajat lembur bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya sendiri serta menumbuhkan rasa kebersamaan,” ujarnya.
Selain pertunjukan seni, rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan adat, silaturahmi komunitas budaya, serta partisipasi aktif para pelaku seni tradisional dari berbagai daerah. Kehadiran para tokoh nasional dan perwakilan pemerintah menjadi sinyal positif bahwa budaya lokal memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
Hajat Lembur Majalaya ke-4 diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi agenda budaya unggulan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat Majalaya.
