Jakarta — Indonesia kembali mendapat kepercayaan internasional setelah ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang direncanakan bertugas di Jalur Gaza, Palestina. Penunjukan tersebut menandai peran strategis Indonesia dalam upaya menjaga stabilitas dan mendukung perdamaian pascakonflik di wilayah tersebut.
Penunjukan Indonesia sebagai wakil komandan disepakati dalam forum internasional yang membahas pembentukan dan struktur kepemimpinan ISF. Pasukan multinasional ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan gencatan senjata, menjaga keamanan sipil, serta membantu proses pemulihan dan stabilisasi di Gaza.
Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan berkontribusi secara aktif dalam misi tersebut. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui jalur diplomasi dan misi perdamaian internasional. Kontribusi Indonesia akan melibatkan personel Tentara Nasional Indonesia yang berpengalaman dalam operasi penjaga perdamaian di bawah mandat internasional.
Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam ISF tidak mengubah sikap politik luar negeri Indonesia, yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Indonesia juga menegaskan bahwa partisipasi dalam pasukan internasional tersebut bersifat kemanusiaan dan stabilisasi keamanan, bukan operasi tempur.
Di tingkat internasional, rencana pembentukan ISF di Gaza mendapat beragam tanggapan. Kelompok Hamas menyatakan sikap terbuka terhadap kehadiran pasukan internasional dengan sejumlah catatan, terutama terkait penghormatan terhadap kedaulatan dan kepentingan rakyat Palestina.
Sementara itu, di dalam negeri, sejumlah anggota DPR RI meminta pemerintah memastikan kejelasan mandat, aturan pelibatan, serta perlindungan maksimal bagi prajurit TNI yang akan ditugaskan.
Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF dinilai sebagai pengakuan atas rekam jejak Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu kontributor pasukan penjaga perdamaian terbesar dan konsisten mengedepankan pendekatan diplomasi serta kemanusiaan dalam konflik internasional.
Dengan peran tersebut, Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan dialog sekaligus motor penggerak stabilitas di Gaza, sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
